Jika setiap kita mampu melihat begitu banyak orang yang bisa memberi inspirasi di sekitar kita, maka para motivator akan kehilangan pekerjaannya.

Ya, seperti penjual jagung bakar di Jl Parit Indah. Pria berusia lebih dari setengah abad itu mengisahkan bagaimana dia – dengan lapak jagung bakarnya yang sudah ditekuni hampir 20 tahun – mampu menghidupi leluarganya dan mengantarkan 8 anaknya menjadi sarjana. Bahkan, beberapa di antaranya mampu menyelesaikan jenjang S2.

Lihatlah, tidak ada kata mustahil untuk meraih suatu kesuksesan. Siapa pun kita, apa pun profesi yang kita tekuni, dengan usaha keras serta doa yang berkesinambungan, in syaa Allah semua bisa diraih.

Banyak di antara kita yang sudah menyerah sebelum berperang. Kita sudah berkata “Ndak usah bercita-cita tinggi-tinggi. Sadar dengan kondisi keluargamu yang pas-pasan.”

Padahal, dengan cita-cita yang tinggi itu, seseorang telah memiliki sebuah modal kuat untuk mewujudkannya. Tinggal usaha keras dan do’a mengiringinya.

Jadi, jika anda punya cita-cita tinggi, jangan matikan. Jangan abaikan. Jadikan dia modal untuk dirimu berusaha keras meraihnya.

Who Am I

28 Februari 2016

Sebuah pelajaran menarik yang saya dapat dari cuplikan klip yang diputar di sebuah seminar. Pelajaran tentang bagaimana memposisikan diri, mencitrakan diri ketika kita ingin memasuki “medan pertempuran”.

Klip itu mengisahkan tentang 2 pasukan yang bertemu di sebuah puncak bukit. Katakanlah pasukan A dan B. Kedua pasukan ini ternyata menuju kepada lawan yang sama. Kemudian terjadilah dialog antara kedua komandan pasukan.

“Sepertinya kita memiliki tujuan yang sama, bagaimana kalau kita bergabung?” Ujar Komandan Pasukan B.

Baca entri selengkapnya »

Membunuh Sunnah Dengan Gaya

14 Desember 2015

Sungguh sayang seribu sayang..
Melihat anak muda sekarang
Ketika itu merupakan sunnah dari Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam, dia mengabaikannya bahkan melecehkannya.

Ketika itu merupakan gaya, bahkan dari kaum kafir, maka dia bersemangat mengikutinya. Padahal, tadinya itu adalah sunnah dari Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam, yang tadi diabaikannya.

Dia melakukan hal yang sama dengan niat yang berbeda. Khawatirnya, ketika orang berniat mengikut sunnah diganjar pahala, dia tak mendapatkan apa-apa.
Baca entri selengkapnya »

Kemarin, pulang dari menjenguk keluarga yang dirawat di RS, mama mengirim SMS begini:
Ambil hikmah dari melihat **** sakit:

1. Mumpung kita masih diberi nikmat bisa berbicara,maka gunakanlah lisan setiap saat utk membaca kitabullah al-qur’an, **** utk berbicara saja tak bisa. Baca entri selengkapnya »

Terhenyak mendengar pernyataannya.

“Sangajo awak ambiak porsi duo, sekalian untuak sahur (Sengaja saya ambil porsi ukuran dua, sekalian untuk sahur),” ujarnya ditengah kami menyantap menu berbuka tadi.

“Napa gitu?” tanyaku.

“Sekalian untuak sahur.” jawabnya sambil tertawa. Walaupun sambil bercanda, namun terlihat tawanya terasa hambar.

“Ndak masak di rumah?” kejarku lagi. Dia hanya tersenyum sambil melanjutkan menikmati makannya dengan lahap.

Astaghfirullah.. Bathinku.. Sungguh Allah telah mengujimu dan mengujiku dengan keadaanmu.

Baca entri selengkapnya »