Ada Kopi di Riau: Si Hitam di Lahan Gambut

16 April 2016

Perkebunan Kopi di Riau

Perkebunan Kopi di Riau (Data Statistik Perkebunan Tahun 2014, Dinas Perkebunan Provinsi Riau yang dikeluarkan Agustus 2015)

Ya, tiba-tiba aku menjadi begitu antusias dengan kopi, si hitam yang semakin menjadi primadona. Hampir setiap hari, informasi yang kujelajahi adalah seputar kopi. Semakin antusias karena mengetahui begitu kayanya negeri ini dengan kopi spesialti yang rasa dan keunikannya telah diakui dunia. Mulai dari ujung timur Sumatera hingga ke dataran tinggi Papua. Sebut saja kopi Gayo, Sidikalang, Lintong, Malabar, Toraja Sapan, Flores Bajawa hingga Papua Wamena, menjadi kopi-kopi yang dicari para penikmat dari dalam dan luar negeri.

Kemarin aku mendatangi Dinas Perkebunan Prov Riau. Kebetulan ada teman yang bekerja di sana. Ya, aku sangat penasaran dengan kopi yang tumbuh di Riau. Sayang, aku hanya mendapatkan data statistik (angka-angka) tentang jumlah perkebunan kopi yang ada di daerah ini, namun tidak ada data detail tentang perkebunan kopi itu.

Namun cukup mengagetkan bahwa data itu menyebutkan, dari 12 kabupaten/kota yang ada di Riau, hanya kota Pekanbaru yang tidak ada perkebunan kopi. Namun memang tidak semuanya perkebunan luas. Tiga kabupaten dengan luas perkebunan kopi di atas seribu hektar adalah, Pelalawan, Indragiri Hilir dan Kepulauan Meranti.

Riau yang terkenal dengan lahan gambutnya ternyata tidak menjadi penghalang tumbuh dan berkembangnya perkebunan kopi di daerah ini. Tidak hanya tumbuh, kopi yang dihasilkan dari perkebunan ini kualitasnya juga tak kalah dengan kopi spesialti dari daerah lain. Kopi sempian adalah yang paling dikenal. Walaupun bukan dari jenis arabika yang banyak diminati, Sempian yang merupakan kopi jenis Liberika (liberoid) ini berhasil melahirkan 2 varietas unggul yang diakui oleh Kementrian Pertanian RI.

Dikutip dari laman Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan, Kementerian Pertanian RI, Pada bulan Oktober 2015 lalu, Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (Balittri) telah berhasil melepas dua varietas kopi liberoid Komposit Meranti: LIM-1 dan LIM-2. Dalam sidang pelepasan varietas, Tim Penilai dan Pelepas Varietas (TP2V) Kementerian Pertanian telah menyetujui untuk melepas kedua varietas unggul kopi tersebut masing-masing dengan nama LIM-1 dan LIM-2. Kedua varietas tersebut merupakan hasil penelitian kerjasama Balittri dengan Dinas Kehutanan dan Perkebunan, Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau.

Citarasa kedua varietas kopi tersebut tergolong kategori “excellent” dengan skor ≥ 80 dan berpotensi untuk menghasilkan kopi spesialti (specialty coffee). Keberadaan varietas unggul kopi liberoid yang terbukti adaptif di lahan gambut tersebut membuka peluang untuk pemanfaatan lahan-lahan marginal yang tersebar luas di berbagai wilayah di Indonesia.

Iklan

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: