Tukang Bengkel

30 Agustus 2014

image

Pernah gak kamu pergi ke bengkel dan di sana kamu juga ikut kerja menyelesaikan masalah di kendaraanmu?

Aku pernah mengalaminya dua kali. Dulu, ketika itu pulang dari Rumah Blogger Riau aka #RBR, dalam kondisi yang gerimis dan kepala senat senut, kupaksakan motor dengan ban bocor melaju tengah malam mencari bengkel yang masih buka.

alhamdulillah, tak begitu jauh dari #RBR kutemukan bengkel yang masih buka. “Bisa tambal ban, bang?” Tanyaku kepada seorang pria usia 30an yang sedang ngobrol dengan temannya di sana. Ia mengangguk dan menunjuk tempat di mana kuharus meletakkan motorku.

Masih sambil ngobrol dengan temannya, pria itu berdiri dan.. MasyaaAllah, kulihat pria itu kesulitan untuk berjalan karena kakinya yang lumpuh keduanya. Jadi sambil melangkah tertatih-tatih, tangannya mencoba menggapai apa saja sebagai sarana bantuannya berjalan.

Dan ternyata kondisinya juga berdampak pada fisiknya yang tidak terlalu kuat, terutama tangannya yang sangat penting untuk pekerjaan bengkel. Kulihat dia bersusah payah membuka ban motorku untuk ditambal. Sudah berlalu beberapa menit, ban belum juga terbuka. Bisa jadi tenaganya pun dah terkuras dari pagi higga tengah malam ini.

Akhirnya kuputuskan untuk membantunya. Dan, ya.. dengan mengerjakan berdua, ban motorku yang akhirnya harus ganti ban dalam itu bisa segera selesai dan aku bisa segera pulang karena sakit kepalaku sudah semakin menyiksa.

Malam tadi aku kembali menjadi partner seorang tukang bengkel untuk membantu membuka ban mobilku. Dan tukang bengkelnya seorang pria paruh baya dengan rambut yang telah memutih.

Seperti kejadian pertama, menit demi menit berlalu dan pak tua itu belum juga berhasil membuka ban mobilku. Tenaganya pun sudah tidak begitu kuat.

Yap, aku yang tadinya asik mengambil foto si bapak dengan Hape, akhirnya memutuskan untuk bekerja sama menyelesaikan bongkar pasang ban mobilku.
Foto di atas adalah saat si bapak kebingungan bagaimana cara membuka ban mobilku yang katanya lebih susah dan keras daripada ban mobil lainnya.

Ya, begitulah, dengan bekerja sama membantu tukang bengkel, masalah di kendaraanku bisa cepat selesai dan aku bisa melanjutkan perjalanan.

Jangan mentang-mentang kita datang sebagai pelanggan, lantas kita duduk berdiam diri melihat kesulitan orang. Dengan menolongnya, kita sama-sama mendapat manfaat. Dia terbantu, kita menghemat waktu.

Iklan

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: