Orang Tua Keledai

7 April 2014

Sering kita mendengar pepatah lama yang mengatakan “Hanya keledai yang jatuh di lubang yang sama dua kali”. Sebuah pepatah yang menunjukkan kebodohan seekor keledai sehingga tidak belajar dari pengalaman dan terperosok di dalam lubang yang sama.

Sehingga, ketika ada orang yang tidak belajar dari pengalamannya yang menyebabkan Ia terjerumus ke dalam suatu permasalahan yang sama hingga dua kali atau lebih, maka orang tersebut juga diibaratkan seperti seekor keledai.

Sebagai seekor hewan, Keledai mungkin memiliki naluri untuk menghindari lubang yang sama ketika melewatinya. Namun karena kebodohannya, atau karena ketidak mampuannya belajar, dia terperosok kembali ke lubang yang sama.

Berbeda dengan manusia yang diberi kemampuan akal untuk belajar, maka tentunya Ia akan segera mampu mengambil hikmah dari suatu peristiwa pahit yang pernah dialaminya. Ia tidak akan mau mengalami peristiwa yang sama berulang kali.

Termasuk apabila dulu kita adalah seorang ahli maksiat, jauh dari agama, bodoh soal ilmu agama, sehingga kita mengalami kesuraman dalam kehidupan kita, maka kita harus segera memperbaiki diri. Segera bertobat. Mulai menuntut ilmu agama, mencari mana yang benar mana yang salah, mana yang halal dan mana yang haram, mana yang dibolehkan dan mana yang dilarang Allah Subhanahu wata’ala.

Dan yang tak kalah penting, jika kita termasuk manusia (bukan keledai) yang baik, maka ketika kita diberi amanah menjadi orang tua, kita tentunya tak ingin anak-anak kita terjerumus ke dalam lubang yang sama seperti yang kita alami dulu. Kita akan segera menutup pintu maksiat kepada anak-anak kita karena seharusnya kita telah mengetahui pintu-pintu yang dulu menjerumuskan kita kepada maksiat itu.

Kita juga lebih termotivasi untuk membentengi anak-anak kita dengan bekal iman yang kuat dan ilmu agama yang dalam agar anak kita mampu menghindar sendiri dari pintu maksiat tersebut.

Saudaraku, jangan menjadi orang tua keledai. Sudah tau itu pintu yang menjerumuskannya kedalam maksiat dan dosa, Ia membukakan pintu yang sama untuk menjerumuskan anaknya.

Wallahu ta’ala a’lam

Salam,

@bangfiko

Iklan

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: