The Power of Insya Allah

15 Desember 2012

kekuatan insya allahSering kali kita berjanji dengan seseorang atau merencanakan suatu pekerjaan tanpa mengucapkan ‘Insya Allah’. Padahal sesungguhnya waktu dan masa yang akan datang itu adalah rahasia Allah Subhanahu Wata’ala tanpa ada seseorang pun yang mengetahuinya.

Allah berfirman dalam surat Al Kahfi ayat 23 dan 24, yang artinya: Dan jangan sekali-kali kamu mengatakan tentang sesuatu: “Sesungguhnya aku akan mengerjakan ini besok pagi, kecuali (dengan menyebut): “Insya Allah” [1]. Dan ingatlah kepada Tuhanmu jika kamu lupa dan katakanlah: “Mudah-mudahan Tuhanku akan memberiku petunjuk kepada yang lebih dekat kebenarannya dari pada ini”. (Al Kahfi: 23-24)

Kekuatan Insya Allah ini juga dapat kita lihat dari dua kisah terdahulu, yaitu kisah Ya’juj dan Ma’juj serta kisah nabi Sulaiman ‘Alaihissalam.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya Ya’juj dan Ma’juj sedang berusaha keras melubangi dinding [2] setiap hari, sampai apabila mereka melihat cahaya matahari, pemimpin mereka berkata: ‘Pulanglah, kalian akan melubanginya besok.’ Kemudian esok harinya mereka kembali melubangi dinding itu dan bekerja lebih kuat dari yang kemarin, sehingga jika waktunya telah tiba, Allah akan mengirimkan mereka kepada manusia sesuai dengan keinginan-Nya. Sehingga apabila mereka melihat cahaya matahari, pemimpin mereka berseru: ‘Pergilah, kalian akan melubanginya besok, insya Allah, -bisa juga kiranya dia mengucapkan kata pujian itu-.’ (Namun ketika) mereka kembali hendak melubanginya, ternyata dinding itu sudah seperti keadaan semula saat mereka tinggalkan (kemarin). Tapi mereka terus melubanginya dan (akhirnya) berhasil keluar menyerbu manusia. Mereka mengeringkan air dan orang-orang berlindung di benteng-benteng. Mereka melepaskan anak panahnya ke langit, lalu anak-anak panah itu kembali dengan berlumuran darah. Mereka berkata dengan sombong: “Kita telah mengalahkan penduduk bumi dan langit.” Kemudian Allah mengirimkan sejenis ulat pada tengkuk mereka hingga mereka mati. Kemudian Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Demi yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, sesungguhnya binatang melata di bumi akan menjadi kenyang dan gemuk karena dapat makan daging dan darah mereka.’” [3]

Sementara itu berkaitan dengan kisah Nabi Allah Sulaiman, dalam sebuah hadits, Rasulullah menceritakan bahawa pada satu malam, Nabi Allah Sulaiman yang mempunyai banyak isteri, bersumpah dengan menyatakan bahawa: “Pada malam ini aku akan mendatangani semua isteriku dan masing-masing akan mengandung dan melahirkan anak lelaki yang akan menjadi mujahid (pejuang) menegakkan agama Allah.”

Ucapan itu tidak disertai dengan “Insya-Allah” dan akhirnya yang mengandung hanyalah seorang isterinya. Itupun melahirkan anak yang cacat.

Sabda Rasulullah, bermaksud “Kalaulah Nabi Allah Sulaiman berkata “Insya-Allah” nescaya akan lahirlah zuriat yang akan menjadi mujahid (pejuang) pada jalan Allah”. [4]

Kisah-kisah di atas menunjukkan bahwa begitu kuatnya pengaruh kalimat Insya Allah terhadap kehidupan hamba di muka bumi ini, sehingga Rasullullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan Nabi Allah Sulaiman ‘Alaihissalam pun tak luput dari teguran Allah.

Satu hal yang sangat sederhana, namun kesederhanaan itu sering kali melalaikan kita dari mengingat Allah.

Wallahu A’lam

—–

Footnote:

[1] Menurut riwayat, ada beberapa orang Quraisy bertanya kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang roh, kisah ashhabul kahfi (penghuni gua) dan kisah Dzulqarnain lalu beliau menjawab, datanglah besok pagi kepadaku agar aku ceritakan. Dan beliau tidak mengucapkan “insya Allah” (artinya jika Allah menghendaki). Tapi kiranya sampai besok harinya wahyu terlambat datang untuk menceritakan hal-hal tersebut dan Nabi tidak dapat menjawabnya. Maka turunlah ayat 23-24 di atas, sebagai pelajaran kepada Nabi; Allah mengingatkan pula bilamana Nabi lupa menyebut “Insya Allah” haruslah segera menyebutkannya kemudian. Sumber: http://www.alquran-indonesia.com/web/quran/listings/details/18/20

[2]. Dinding ini adalah dinding yang dibuat oleh Dzulqarnain sebagai rahmat dari Allah yakni untuk ummat manusia, di mana Allah telah menjadikan di antara mereka dengan Ya’juj dan Ma’juj dinding pemisah yang menghalangi mereka berbuat kerusakan di muka bumi. Maka apabila janji yang haq itu sudah dekat, Allah akan meratakan dinding itu dengan bumi. Lihat Tafsiir Ibni Katsiir (III/117).

[3]. HR. At-Tirmidzi (no. 3153), Ibnu Majah (no. 4080), Ahmad (II/510-511), al-Hakim (IV/488), dari Sahabat Abu Hurairah Radhiyallahu anhu. Kata al-Hakim, “Hadits ini shahih menurut syarat al-Bukhari dan Muslim serta disepakati oleh adz-Dzahabi.” [2] dan [3] sumber: http://almanhaj.or.id/content/3214/slash/0/keluarnya-yajuj-dan-majuj-di-akhir-zaman-terbitnya-matahari-dari-barat/

[4]. (Fath al-Bari; jld. 6; m.s.558) sumber: http://www.muftiwp.gov.my/v1/index.php?option=com_content&id=42&lang=en

Iklan

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: