Di Ujung Sana

26 Agustus 2016

Perlahan, kita semakin dekat ke ujung jalan

Sedikit lagi… Ya, sedikit lagi

Langkah yang terseok terus kupaksa sepenuh hati

Tak ada lagi niat kembali

Tak ada lagi hasrat mengulang kisah masa lalu

Tak terasa lagi luka di jiwa. Semua tlah biasa

Di ujung sana, kelak kita kan menyimpang arah yang berbeda

Di ujung sana, kelak kita kan berpisah

Di ujung sana, kelak kita kan memulai langkah baru

Di ujung sana, adalah ujung kisah kita

Iklan

Pada Suatu Masa

9 Juli 2016

Kawan,
Pada suatu masa nanti ntah bila,

Kita mungkin kan berkata…

Wah, akhirnya kita begini.. atau.. Ma syaa Allah akhirnya sampai juga..

Dan masa itu, dulunya, adalah suatu masa yang masih diangan-angan, impian atau sebuah cita-cita.

Kawan,

Pada suatu masa nanti ntah bila,

Kita mungkin akan berkata sebaliknya..

Tentang sesuatu yang tak menyenangkan.. Kehilangan, musibah atau kegagalan.

Dan masa itu, dulunya, adalah masa yang kita takutkan akan terjadi atau berusaha kita hindari

Namun takdir berkata berbeda. 

Dan lima puluh ribu tahun sebelum penciptaan alam semesta, skenario kehidupan di jagad raya dari awal hingga akhir nanti, telah dituliskan dengan sempurna dengan pena Sang Maha Sempurna.

Kawan, 

Sesungguhnya masa, mengajarkan kita bahwa segala sesuatu berubah dengan cepat.

Disadari atau tidak,

Disukai atau dibenci,

Siap atau lalai,

Kita kan berpindah dari satu titik masa ke titik lainnya.

Saat kita tiba di titik masa di mana kita menjadi buruk, atau kondisi tak seperti kita mau,

Berbenahlah, seraya berdo’a agar kita bisa berpindah ke titik masa yang lebih baik.

Dan saat kita tiba di titik masa ketika kita menjadi baik, bahagia, sukses dan semua terasa indah, Jangan terlena.

Karena kita tak kan pernah tau, ke titik mana nanti kita kan berpindah.

Kawan,

Hingga suatu ketika kita tiba di masa di mana kita tersadar tak berada di dunia ini lagi

Semoga saat itu kita tak menyesali masa-masa yang telah diberikan-Nya.

Semoga kita meninggalkan banyak titik masa kebaikan yang dapat membahagiakan, meringankan dan menjadi bekal menuju perjalanan panjang berikutnya.

Perjalanan panjang tanpa daya dan upaya, hanya pertanggung jawaban atas semua karunia, untuk apa.. Dan kemana semua masa tlah kita bawa.

Kawan, 

Saat ini, adalah masa di mana kuberharap kita kan kembali bersua, berkumpul, reuni, di tempat terbaik yang pernah diciptakan dan kekal adanya, surga Allah yang Maha Sempurna, semoga..

image

Anakku,
Aku bukan superman
Aku bukan superhero
Aku tak ingin menjadi mereka
Bagiku, menjadi ayah bagi kalian adalah kebahagiaan tak ternilai
Mendengar setiap rengek manja atau panggil sapa “ayah” dari kalian adalah segalanya

Anakku,
Aku bukan superhero
Namun, bahkan jika ada monster besar yang ingin mencelakai kalian
Aku kan berdiri di depan, menjaga dan melindungi kalian

Anakku,
Aku takkan pernah menjadi superhero
Aku manusia biasa
Lemah, penuh dosa dan salah
Terkadang penuh amarah

Anakku,
Jangan mimpikan ayahmu menjadi superhero
Itu bukan aku

Jika setiap kita mampu melihat begitu banyak orang yang bisa memberi inspirasi di sekitar kita, maka para motivator akan kehilangan pekerjaannya.

Ya, seperti penjual jagung bakar di Jl Parit Indah. Pria berusia lebih dari setengah abad itu mengisahkan bagaimana dia – dengan lapak jagung bakarnya yang sudah ditekuni hampir 20 tahun – mampu menghidupi leluarganya dan mengantarkan 8 anaknya menjadi sarjana. Bahkan, beberapa di antaranya mampu menyelesaikan jenjang S2.

Lihatlah, tidak ada kata mustahil untuk meraih suatu kesuksesan. Siapa pun kita, apa pun profesi yang kita tekuni, dengan usaha keras serta doa yang berkesinambungan, in syaa Allah semua bisa diraih.

Banyak di antara kita yang sudah menyerah sebelum berperang. Kita sudah berkata “Ndak usah bercita-cita tinggi-tinggi. Sadar dengan kondisi keluargamu yang pas-pasan.”

Padahal, dengan cita-cita yang tinggi itu, seseorang telah memiliki sebuah modal kuat untuk mewujudkannya. Tinggal usaha keras dan do’a mengiringinya.

Jadi, jika anda punya cita-cita tinggi, jangan matikan. Jangan abaikan. Jadikan dia modal untuk dirimu berusaha keras meraihnya.

Mas Kuantan

21 Mei 2016

“Assalamu’alaikum, Mas..” ujar seseorang kepadaku sebelum Ia menanyakan sebuah alamat.

Bukan sekali ini saja aku dipanggil, Mas. Bahkan dia mungkin orang yang ke seratus sekian.

Pernah sekali yang cukup parah, di  Pekanbaru ini juga. Seseorang menegurku lantas mengajakku berbiacara dengan bahasa jawa. Ya aku cuma bisa bilang “Maaf, Mas.. Saya bukan orang Jawa.”
Baca entri selengkapnya »